Keterampilan

By Eko Khoerul 21 Sep 2019, 09:52:48 WIB

PEMBINAAN KETERAMPILAN

SMP NEGERI 3 SATU ATAP TILAMUTA

PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

(PPK)

Program keterampilan menjadi salah satu fokus pembinaan di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta. Program tersebut seiring dengan program penguatan pendidikan Karakter (PPK) yang saat ini sedang digalakkan oleh pemerintah. Program keterampilan menjadi salah satu unggulan di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta dikarenakan pada saat ini kompetensi ini menjadi satu modal penting yang harus dimiliki oleh peserta didik ketika berada di masyarakat. Berikut ini beberapa agenda pembinaan keterampilan yang telah dilakukan di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta.

1. Pembinaan Pembuatan Tempat Tisu dan Tempat Sampah    

Pembuatan tempat tisu dilakukan secara berkelompok yang dipandu oleh guru pembina. Tempat tisu dibuat dari bahan kardus yang banyak ditemui dimasyarakat. Program ini juga sebagai bentuk gerakan untuk memanfaatkan barang bekas (kardus). Setiap kelompok dipandu untuk membuat satu tempat tisu dari awal sampai jadi. Setelah itu, setiap anggota diberi tugas untuk membuatnya secara mandiri sebagai tugas pengembangan. 

 Gambar Aktivitas siswa dalam bimbingan guru membuat kerajinan tempat sampah dan tempat tisu dari kardus

               Gambar Hasil karya siswa pada pembinaan PPK program Pembuatan Kerajinan dari bahan kardus

 

2. Pembinaan Pembuatan Kerajinan dari Kulit Kerang

Pembinaan kerajinan kulit kerang menjadi salah satu agenda pembinaan yang sangat disukai siswa di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta. Seperti halnya pembinaan ekstrakurikuler yang lainnya, pembinaan kulit kerang merupakan pengembangan dari pengetahuan dasar yang diperoleh pada mata pelajaran prakarya. Pembinaan kerajinan kulit kerang ini diasuh oleh Ibu Ervista Kau, S.Pd dan Ibu Siskawati Pasisingi, S.Pd. Pembinaan ini dilaksanakan setiap minggu satu kali yang dilaksanakan pada hari selasa sore dari pukul 14.00 s.d 15.00. Waktu tersebut sangat terasa kurang, karena selama pelaksanaan pembinaan berlangsung, biasanya kegiatan baru berakhir pada pukul 17.00 WITA. Kondisi tersebut bukan keinginan guru, melainkan kemauan siawa yang sangat tinggi untuk menekuni kerajinan kerang ini.

 Kerajinan kulit kerang sangat potensial dikembangkan di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta. Hal ini dikarenakan wilayah sekolah berada di daerah pantai, sehingga bahan baku yang dibutuhkan yaitu kulit kerang mudah diperoleh. Selain siswa, adakalanya orang tua siswa dan bahkan masyarakat ikut membantu mencari atau membawakan kulit kerang tersebut ke sekolah tanpa diminta. Selanjutkannya kulit kerang tersebut dibersihkan dan diolah menjadi kerajinan sesuai dengan kreatifitas atau desain yang telah dibuat sebelumnya. Hasil dari pembinaan ini berupa (1) gantungan kunci, (2) asbak menara, (3) bunga hias.

 

Gambar Aktifitas guru membina pembuatan kerajinan dari kulit kerang di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta

    a. Gantungan Kunci 

Kerajinan gantungan kunci mungkin sudah banyak sekali yang beredar di pasaran dengan berbagai model dari bahan dasar yang bervariasi. Gantungan kunci dari bahan kulit kerang sepertinya sangat jarang dijumpai. Dengan beberapa sentuhan dan desain sederhana, kerajinan gantungan kunci yang dihasilkan siswa SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta tampak elegan dan menarik. Sangat cocok digantung di kunci ataupun tas. Selain itu, sangat layak dijadikan sebagai asesoris buah tangan pada acara pernikahan. Bagi yang berminat dapat menghubungi SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta.

                      (1)                                                       (2)

Gambar (1) contoh hasil gantungan kunci, (2) beberapa hasil karya siswa dari kulit kerang

 

    b. Asbak Menara

Asbak yang dihasilkan dari kulit kerang didesain seperti menara sehingga diberi nama asbak menara. Selain dapat difungsikan sebagai asbak, karya ini juga dapat dijadikan sebagai hiasan yang dapat diletakkan di atas meja, dinding atau lemari. 

                                        (1)                                                         (2)                           

Gambar (1) Siswa merangkai kulit kerang, (2) Hasil karya siswa (asbak menara)

 

 

3. Pembinaan Kerajinan Sulaman Kristik

Kristik adalah seni menyulam dengan tangan pada kain dengan menyilangkan benangnya. Benang disulam sehingga membentuk huruf “x” untuk membentuk suatu motif seperti bunga, binatang, dan bentuk lainnya. Kristik biasanya dibuat untuk dijadikan sebagai aksesoris rumah seperti taplak meja, pajangan, dan sarung bantal. Kerajinan kristik sangat mudah dilakukan karena tidak membutuhkan keterampilan khusus. Untuk dapat membuat kristik dibutuhkan ketekunan dan ketelatenan dalam menyulam helai demi helai pada kain. Menyulam kristik sangat cocok untuk mengisi waktu luang ketika tidak ada kesibukan.

SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta berada di kultur masyarakat yang menekuni pertanian dan nelayan sebagai mata pencahariannya. Kaum perempuannya biasanya berada di rumah ketika menunggu tanamannya berbuah dan menunggu panen. Oleh karena itu, pemberian keterampilan kristik kepada siswa merupakan program yang sangat strategis dan dibutuhkan. Pembinaan kerajinan kristik di SMP negeri 3 Satu Atap Tilamuta dilakukan sekali dalam seminggu setiap hari senin sore pada pukul 14.00 s.d 15.00 WITA. Secara teknis, Ibu Siskawati Pasisingi, S.Pd dan Hartati Kudrat Umar, S.Ag sebagai pembina dengan sabar memberikan petunjuk dan arahan kepada siswa. Motif yang disulam sebagai bahan latihan masih mengikuti corak yang ada di buku. Program ini umumnya diikuti oleh perempuan. Pada saat ini, program kristik telah menghasilkan beberapa produk diantaranya adalah sorbet dan taplak meja. Selanjutnya, akan dikembangkan untuk pembuatan hiasan dinding dan sarung bantal. 

4. Pembinaan Pembuatan Tikar Tradisional