Kesenian

By Eko Khoerul 20 Sep 2019, 21:19:23 WIB

PEMBINAAN KESENIAN

SMP NEGERI 3 SATU ATAP TILAMUTA

PROGRAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

(PPK)

1. Pembinaan Tarian

Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri yang menjadi pembeda dari daerah-daerah lain. Ciri khas tersebut bisa dalam bentuk adat istiadat, pakaian, termasuk tarian. Beberapa tarian yang menjadi ciri khas daerah Gorontalo adalah tarian Saronde, Dana - Dana Caca (Danca) dan TIDI. Sekolah sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan memiliki peran strategis untuk memperkenalkan budaya tersebut. Untuk tujuan tersebut, SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta mengembangkan program ekstrakurikuler pada bidang kesenian dengan salah satu fokus pengenalan dan pembinaan tarian-tarian tradisional Gorontalo tersebut.

Program Pembinaan tarian di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta sebagai salah satu fokus program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) diasuh oleh Bapak Jamal Agunta, S.Pd dan Dahlan Latif, S.Pd.Gr. Jadwal pembinaan yang dilakukan dilaksanakan setiap hari rabu pukul 14.00 s.d 15.00. Walaupun tidak didukung oleh fasilitas yang memadai, tarian SMPN 3 Satu Atap Tilamuta beberapa kali telah ditampilkan di beberapa event di tingkat sekolah dan desa. 

a. Tarian Saronde Tradisional

              

Gambar 1 Pembina Tarian SMPN 3 Satu Atap Tilamuta Bpk Jamal Agunta, S.Pd (kaos putih) sedang memberikan latihan gerak dasar tarian Saronde Tradisional
 

Apa itu tarian Saronde?

 

Tari Saronde adalah salah satu tarian tradisional yang berasal dari Gorontalo. Tarian ini diangkat dari tradisi masyarakat Gorontalo saat malam pertunangan dalam rangkaian upacara perkawinan adat mereka. Tarian ini biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita yang menari dengan gerakan yang khas dan menggunakan seledang sebagai atribut menarinya. Tari Saronde merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di masyarakat Gorontalo. Selain menjadi bagian dari acara pernikahan adat, Tari Saronde juga sering ditampilkan dalam acara seperti penyambutan, pertunjukan seni, dan festival budaya.

Gambar Siswa SMPN 3 Satu Atap Tilamuta memperagakan salah satu gerakan dasar Tarian Saronde

Sejarah Tari Saronde

Menurut sejarahnya, Tari Saronde merupakan tarian yang diangkat dari tradisi pernikahan adat masyarakat Gorontalo. Dalam tradisi adat masyarakat Gorontalo pada zaman dahulu, tarian ini dijadikan sebagai sarana Molihe Huali yaitu menengok atau mengintip calon istri. Karena masyarakat Gorontalo pada zaman dahulu masih belum mengenal yang namanya pacaran seperti sekarang, sehingga hubungan mereka masih dipegang penuh oleh kedua orang tua atau keluarga.

 
Tarian ini biasanya dilakukan oleh mempelai pria bersama orang tua atau wali di hadapan mempelai wanita. Sambil menari, mempelai pria bisa melirik ke arah mempelai wanita untuk mengetahui seperti apa calon pendamping hidupnya. Sementara mempelai wanita yang berada di dalam ruangan akan memperlihatkan sedikit dirinya agar mempelai pria tahu bawa dia diperhatikan. Di masa sekarang ini, prosesi Tari Saronde juga masih tetap dipertahankan dalam rangkaian pernikahan adat mereka. Karena merupakan bagian tradisi sehingga meninggalkan makna sendiri di dalamnya dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
 
Fungsi Dan Makna Tari Saronde
 
Seperti yang dikatakan sebelumnya, Tari Saronde merupakan tarian yang ditampilkan dalam prosesi pernikahan adat masyarakat Gorontalo. Selain dijadikan sebagai bagian dari prosesi adat, tarian saronde kini juga sering dijadikan sebagai tari pertunjukan. Bagi masyarakat disana tentu tarian ini makna khusus, salah satunya adalah sebagai sarana Molihe Huali atau menengok calon istri. Namun apabila dilihat dari gerakan dan penyajian tari dalam pertunjukan, Tari Saronde ini termasuk tarian yang bersifat pergaulan atau hiburan yang menggambarkan ungkapan kebahagiaan dan keceriaan.
 
Pertunjukan Tari Saronde
 
Tari Saronde ini biasanya ditampilkan oleh para penari pria dan penari wanita secara berpasangan. Untuk jumlah penari biasanya terdiri dari 3-6 pasang penari pria dan wanita. Dalam pertunjukannya penari menari dengan gerakannya yang lincah dan khas serta memainkan kain selendang yang digunakan sebagai atribut menarinya.
 
Untuk gerakan dalam Tari Saronde biasanya lebih didominasi oleh gerakan mengayunkan kaki dan tangan ke depan secara bergantian. Penari juga sering memainkan selendangnya dengan berputar-putar. Selain dilakukan secara berpasangan, formasi penari pun sering berubah-ubah sehingga menggambarkan keceriaan dan kebahagian dari para penari.
 
Pengiring Tari Saronde
 
Dalam pertunjukan Tari Saronde biasanya diiringi oleh iringan musik rebana dan nyanyian vokal. Lagu yang dinyanyikan untuk mengiringi tarian ini biasanya merupakan lagu khusus Tari Saronde. sedangkan tempo yang dimainkan dalam mengiringi tarian ini biasanya disesuaikan dengan lagu dan gerakan para penari.
 
Perkembangan Tari Saronde
 
Dalam perkembangannya, Tari Saronde masih terus dilestarikan dan dikembangkan di Gorontalo. Tarian ini masih sering ditampilkan sebagai bagian dari prosesi pernikahan adat masayarakat di sana. Selain itu tarian ini juga sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan, pertunjukan seni dan festival budaya. Berbagai kreasi dan variasi dalam segi gerak atau busana juga sering dilakukan agar terlihat lebih menarik namun tidak meninggalkan keasliannya.
 
Sumber: negerikuindonesia.com
 
 
b. Tarian Dana Dana Caca (Danca) 
 
Apakah Tari Dana Dana itu?
Tari Dana Dana adalah salah satu tarian tradisional dari daerah Gorontalo. Tarian ini termasuk jenis tarian pergaulan masyarakat yang biasanya ditampilkan oleh penari pria maupun penari wanita. Selain itu tarian ini juga merupakan perpaduan budaya Islam dan budaya masyarakat setempat, hal itu terlihat dari gerakan penari dan pengiringnya. Tari Dana Dana merupakan salah satu tarian tradisional yang cukup terkenal di Gorontalo dan sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan, perayaan hari besar dan lain-lain.
 
Sejarah Tari Dana Dana
 
Menurut sejarahnya, Tari Dana Dana mulai muncul dan dikenal oleh masyarakat seiring dengan masuknya pengaruh Agama Islam di Gorontalo. Pada saat itu, Tari Dana Dana digunakan oleh para ulama sebagai media penyebaran dakwah Islam. Tarian ini juga ditampilkan pada saat pesta pernikahan Sultan Amay dan Putri Owotango. Semenjak itulah tari dana dan mulai dikenal oleh masyarakat Gorontalo.
 
Tari Dana Dana awalnya ditarikan oleh penari pria dan wanita secara berpasangan. Namun ketatnya peraturan dan ajaran Agama Islam pada masa itu tidak mengijinkan penari pria dan wanita ditampilkan secara bersamaan. Karena apabila ditampilkan bersamaan maka mereka bisa dengan mudah bersentuhan kepada yang bukan muhrimnya. Sehingga pada saat itu Tari Dana Dana hanya dibawakan oleh penari pria saja.
 
Seiring dengan perkembangan zaman Tari Dana Dana terus dikembangkan oleh para Seniman di Gorontalo. Salah satunya adalah dengan menampilkan kembali para penari wanita dalam tarian ini. Walaupun begitu, namun gerakan, formasi, dan busana mereka tetap disesuaikan dengan syariat Islam yang berlaku agar tidak saling bertentangan.
 
Fungsi Dan Makna Tari Dana Dana
 
Tari Dana Dana ini biasanya ditampilkan untuk memeriahkan acara penyambutan maupun perayaan hari besar di Gorontalo. Apabila dilihat dari fungsinya, Tari Dana Dana lebih dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan bahagia. Namun apabila dilihat dari gerakan para penari, tarian ini bisa dimaknai sebagai tarian pergaulan masyarakat. Selain itu tarian ini juga dimaknai sebagai media penyampaian pesan-pesan yang berhubungan dengan Agama Islam tentunya.
 
Pertunjukan Tari Dana Dana
 
Dalam pertunjukan Tari Dana Dana terbagi menjadi dua jenis tarian yaitu Tari Dana Dana klasik dan Tari Dana Dana modern. Pada pertunjukan Tari Dana Dana klasik biasanya lebih mengacu pada konsep Tari Dana Dana pada zaman dahulu, yaitu Tari Dana Dana yang ditarikan oleh penari pria saja. Dalam segi gerakan yang ditampilkan biasanya merupakan gerakan asli dari tarian ini.
 
Sedangkan untuk Tari Dana Dana modern merupakan Tari Dana Dana yang telah dimodifikasi sehingga juga terdapat penari wanita didalamnya. Selain itu dalam segi gerak, formasi, kostum, dan jumlah penari biasanya lebih bervariasi, tergantung kelompok yang menampilkannya. Walaupun sudah dimodifikasi Tari Dana Dana modern tidak meninggalkan keasliannya.
 
Tari Dana Dana ini biasanya lebih didominasi dengan hampir semua bagian tubuh dengan gerakan dinamis dan energik. Sesuai dengan namanya yang berasal dari kata “Daya Dayango” yang berarti menggerakan semua bagian tubuh. Selain itu gerakan dalam tarian ini cenderung bertempo cepat sehingga mengutamakan kelincahan dalam menarikannya. Walaupun begitu apabila kita amati, setiap gerakan dalam Tari Dana Dana ini memiliki makna dan pesan-pesan didalamya.
 
Pengiring Tari Dana Dana
 
Dalam pertunjukan Tari Dana Dana biasanya diiringi oleh alat musik seperti rebana dan gambus. Irama yang digunakan biasanya cenderung bertempo cepat sesuai dengan gerakan para penari dan penyanyi lagu. Lagu-lagu yang dibawakan biasanya berisi pantun-pantun bertemakan kehidupan dan pesan Agama. Variasi gerakan penari biasanya juga disesuaikan dengan lagu yang mengiringinya agar pesan-pesan yang disampaikan bisa diterima oleh para penonton.
 
Kostum Tari Dana Dana
 
Busana yang digunakan dalam tarian ini biasanya merupakan pakaian adat yang divariasi dengan unsur busana muslim didalamnya. Untuk penari wanita biasanya menggunakan pakaian yang tertutup dan menggunakan jilbab atau hijab yang menjadi ciri khas muslimah. Selain itu penari juga dihias dengan berbagai pernak-pernik untuk mempercantik dan pemanis.
 
Sedangkan untuk penari pria biasanya menggunakan pakaian adat pria. Busana tersebut seperti  baju lengan panjang dan celana panjang. Selain itu penari pria juga menggunakan penutup kepala dan sarung yang dikenakan di pinggang mereka. Di beberapa pertunjukan ada juga beberapa penari pria yang menggunakan kostum yang bertema Timur Tengah. Tentunya hal tersebut merupakan kreasi tambahan agar pertunjukan terlihat menarik.
 
Perkembangan Tari Dana Dana
 
Dalam perkembangannya Tari Dana Dana masih terus dilestarikan dan dikembangkan di Gorontalo. tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti penyambutan tamu penting, perayaan hari besar, pertunjukan seni dan festival budaya. Berbagai kreasi dan variasi juga sering ditambahkan di setiap pertunjukannya, baik dalam segi gerak, formasi, maupu kostum yang digunakan agar terlihat menarik.

 

Sumber: negerikuindonesia.com