Otomasi Perpustakaan SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta
Otomasi Perpustakaan

By Eko Khoerul 20 Mar 2022, 12:27:24 WIB Kegiatan Sekolah
Otomasi Perpustakaan SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta

Gambar : Uji Coba Otomasi Perpustakaan SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta


SMP Negeri 3 Tilamuta Menerapkan Otomasi Perpustakaan

Perpustakaan sekolah merupakan salah satu unit layanan yang berhubungan dengan kepustakaan memiliki banyak aktifitas didalamnya. Aktifitas kepustakaan tersebut diantaranya adalah pelayanan peminjaman dan pengembalian, pembuan bibliografi, pembuatan kartu layanan, katalogisasi, pengklasifikasian koleksi perpustakaan dan lain – lain. Setiap item layanan tersebut pada umumnya memerlukan waktu yang relatif lama untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu dibutuhkan teknologi perpustakaan yang dapat digunakan menyelesaikan seluruh layanan perpustakaan dengan baik dan cepat serta mudah digunakan oleh pengguna maupun pustakawan.

Banyak orang yang telah membuat dan mengembangkan perangkat lunak termasuk perangkat lunak perpustakaan, baik secara individu atau dalam suatu institusi tertentu. Salah satu perangkat lunak yang dibuat dan dikembangkan untuk perpustakaan adalah program Senayan Library Management System (SLiMS).  SLiMS adalah aplikasi yang dikembangkan khusus untuk mengelola perpustakaan yang bersifat terbuka atau open source. Selain mudah di gunakan, SLiMS memiliki fitur yang lengkap untuk menunjang pengelolaan otomasi perpustakaan.

Pada Tahun 2020 kepala SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta berkomitmen untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan dengan memanfaatkan teknologi perpustakaan yang berkembang pada saat ini. Oleh karena itu, penerapan otomasi perpustakaan merupakan salah satu terobosan yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pelayanan yang lebih baik, efektif dan efesian di SMP Negeri 3 Satu Atap Tilamuta.

Apakah Otomasi Perpustakaan itu?

Otomasi berasal dari kata dasar otomatis yang dapat diartikan bekerja sendiri. Sedangkan defenisi yang dijabarkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), otomasi diartikan sebagai proses mengganti tenaga manusia dengan tenaga mesin yang secara mandiri melaksanakan perintah dan mengatur pekerjaan sehingga tidak perlu ada pengawasan dari manusia. Mesin tersebut telah dirancang dan diprogram sehingga dapat melakukan pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh manusia secara manual. Pada prinsipnya, ketika memproses perintah untuk menyelesaikan sesuatu, mesin melaksanakan tugas tersebut tanpa bantuan dari manusia, karena memang sudah diprogram untuk tujuan tersebut.

Berhubungan dengan perpustakaan, Corbin (dalam Daryono, 2016:3) mendefinisikan otomasi perpustakaan sebagai sistem yang merupakan gabungan kemampuan manusia dengan mesin (komputer) untuk mengelola perpustakaan. Manusia dan komputer dipandang sebagai kesatuan agar program otomasi dapat dijalankan. Secanggih apapun komputernya kalau tidak ada yang mengoperasikan maka pasti tidak akan jalan. Manusia bertindak sebagai subyek yang mengoperasikan komputer, sedangkan komputer melakukan dan mengelola pekerjaan sesuai dengan perintah yang diberikan melalui inputan manusia melalui program yang ada.    

Otomasi perpustakaan menurut Basuki (1994: 96) adalah suatu proses atau hasil penciptaan swatindak yang prosesnya tidak ada unsur campur tangan manusia sebagai bentuk dari penerapan teknologi untuk keperluan perpustakaan mulai dari tahap pengadaan sampai jasa informasi bagi pembaca. Pada konteks ini manusia pada dasarnya hanya bertindak sebagai operator yang berfungsi menjalankan sistem otomasi tersebut. Fungsi – fungsi layanan perpustakaan sepenuhnya dilakukan oleh software yang digunakan melalui menu – menu atau fitur layanan yang disediakan.

Sistem otomasi perpustakaan merupakan sistem aplikasi dalam komputer untuk kegiatan pengelolaan dan pelayanan di perpustakaan yang dioperasikan berdasarkan pangkalan data dengan ukuran yang besar, yang didominasi dengan cantuman tekstual, yang fungsi utamanya adalah menyimpan, menemukan dan menyediakan informasi kepustkaaan. Penerapan sistim otomasi di perpustakaan akan membuat pekerjaan tenaga perpustakaan semakin ringan, pelayanan diberikan dapat dilakukan secara cepat, tepat dengan akurasi yang tinggi (Harmawan, 2001:1).

Secara umum, sistem otomasi harus didukung oleh perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras yang harus tersedia adalah komputer dan perangkat penunjang lainnya. Sedangkan untuk perangkat lunak, merupakan software atau aplikasi yang dirancang khusus untuk perpustakaan. Lamang (1999: 5) menjelaskan bahwa agar dapat menunjang program otomasi perpustakaan, software tersebut minimal memuat tiga modul yaitu katalogisasi, sirkulasi dan OPAC (Online Public Acess Catalog). Dengan demikian, otomasi perpustakaan dapat disimpulkam sebagai pengelolaan perpustakaan berbasis komputer dengan memanfaatkan software yang dirancang khusus untuk mengelola perpustakaan.




Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment